Selasa, 15 Oktober 2013

James Watt

James Watt


    
           James Watt, ( 19 Januari 1736 - 25 Agustus 1819 ) adalah seorang penemu Skotlandia dan insinyur mekanik yang perbaikan mesin uap Newcomen yang mendasar untuk perubahan yang dibawa oleh Revolusi Industri di kedua nya Inggris Besar asli dan seluruh dunia.
          Ketika bekerja sebagai pembuat instrumen di Universitas Glasgow, Watt menjadi tertarik pada teknologi mesin uap. Dia menyadari bahwa desain mesin kontemporer membuang banyak energi dengan berulang kali pendinginan dan pemanasan kembali silinder. Watt memperkenalkan perangkat tambahan desain, kondensor terpisah, yang dihindari pemborosan energi dan radikal meningkatkan kekuatan, efisiensi, dan efektivitas biaya mesin uap. Akhirnya ia mengadaptasi mesin untuk menghasilkan gerakan berputar, sangat memperluas penggunaannya di luar memompa air.          Watt berusaha untuk mengkomersilkan penemuannya, namun mengalami kesulitan keuangan yang besar sampai ia memasuki kemitraan dengan Matthew Boulton pada 1775. Perusahaan baru Boulton dan Watt akhirnya sangat sukses dan Watt menjadi orang kaya. Dalam pensiun, Watt terus mengembangkan penemuan baru meskipun tidak ada yang signifikan sebagai kerja mesin uap nya. Dia meninggal pada tahun 1819 pada usia 83. Watt telah digambarkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di history. He manusia mengembangkan konsep tenaga kuda.



          Pada tahun 1776, mesin pertama dipasang dan bekerja di perusahaan-perusahaan komersial. Mesin ini pertama digunakan untuk pompa listrik dan diproduksi hanya gerakan reciprocating untuk memindahkan batang pompa di bagian bawah poros. Desain itu sukses secara komersial, dan selama lima tahun ke depan Watt sangat sibuk memasang mesin yang lebih, terutama di Cornwall untuk memompa air keluar dari tambang.
           Mesin ini awal tidak diproduksi oleh Boulton dan Watt, tapi dibuat oleh orang lain sesuai dengan gambar yang dibuat oleh Watt, yang bertugas dalam peran insinyur konsultasi. Pendirian mesin dan penggeledahan yang diawasi oleh Watt, pada awalnya, dan kemudian oleh orang-orang yang dipekerjakan oleh perusahaan. Ini adalah mesin besar. Yang pertama, misalnya, memiliki silinder dengan diameter sekitar 50 inci dan tinggi keseluruhan sekitar 24 meter, dan diperlukan pembangunan gedung khusus untuk rumah itu. Boulton dan Watt dikenakan pembayaran tahunan, sama dengan sepertiga dari nilai batubara disimpan dibandingkan dengan mesin Newcomen melakukan pekerjaan yang sama.
          Bidang aplikasi untuk penemuan itu sangat melebar ketika Boulton mendesak Watt untuk mengubah gerak reciprocating dari piston untuk menghasilkan tenaga rotasi untuk grinding, tenun dan penggilingan. Meskipun engkol tampaknya solusi yang jelas untuk Watt konversi dan Boulton yang terhalang oleh paten untuk ini , yang pemegang, James Pickard, dan rekan mengusulkan untuk cross-lisensi kondensor eksternal. Watt gigih menentang ini dan mereka dielakkan paten oleh matahari dan gigi planet pada tahun 1781.
          Selama enam tahun berikutnya, ia membuat sejumlah perbaikan dan modifikasi lain untuk mesin uap. Sebuah mesin bertindak ganda, di mana uap bertindak secara bergantian pada kedua sisi piston adalah satu. Dia menggambarkan metode untuk bekerja uap "ekspansif" ( yaitu, menggunakan uap pada tekanan di atas atmosfer ). Sebuah mesin majemuk, yang menghubungkan dua atau lebih mesin digambarkan. Dua paten lainnya yang diberikan untuk ini pada 1781 dan 1782. Banyak perbaikan lain yang dibuat untuk pembuatan lebih mudah dan instalasi terus-menerus dilaksanakan. Salah satunya termasuk penggunaan indikator uap yang dihasilkan plot informatif tekanan dalam silinder terhadap volume, yang disimpan sebagai rahasia dagang. Temuan lain yang penting, salah satu yang paling Watt bangga, adalah gerakan paralel yang penting dalam mesin double-acting karena menghasilkan gerak garis lurus yang diperlukan untuk batang silinder dan pompa, dari sinar goyang terhubung, yang akhirnya bergerak dalam busur lingkaran. Hal ini telah dipatenkan pada tahun 1784. Sebuah katup throttle untuk mengontrol kekuatan mesin, dan gubernur sentrifugal , dipatenkan pada 1788, [ 24 ] agar tidak "melarikan diri" yang sangat penting. Perbaikan ini diambil bersama-sama menghasilkan sebuah mesin yang sampai lima kali lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar sebagai mesin Newcomen.
          Karena bahaya boiler meledak, yang berada di tahap yang sangat primitif perkembangan, dan isu-isu yang sedang berlangsung dengan kebocoran, Watt dibatasi ia menggunakan uap bertekanan tinggi - semua mesin rekannya menggunakan uap pada tekanan atmosfer dekat.


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/James_Watt



Senin, 05 Agustus 2013

Mesin Bubut

Mesin Bubut


Definisi Mesin Bubut
            Mesin bubut (lathe machine / turning machine) merupakan salah satu jenis mesin produksi yang mepunyai gerak utama (main motion) berputar, dimana gerak utama tersebut pada benda kerja. Gerak utama yang terjadi disebabkan oleh putaran spindle oleh motor yang ditransmisikan. Proses penyayatan di lakukan oleh pahat yang digerakkan dengan cara memutar eretan. Fungsi utama mesin bubut adalah untuk meproduksi benda-benda yang berpenampang silindris dengan bentuk dan profil serta ukuran tertentu, misalnya poros, ulir, tirus, radius, groove, steps, drilling, dll.
Bagian-bagian utama mesin bubut

1.      Headstock (kepala tetap)
Merupakan tempat sumbu utama mesin (main spindle) yang digunakan untuk tempat bergantungnya pencekam benda kerja. Didalamnya terdapat pully dan susunan roda gigi yang mengatur putaran mesin. Terdapat juga tuas-tuas pengatur putaran mesin dan tombol-tombol untuk pengoprasian mesin.
2.      Tailstock (kepala lepas)
Kedudukan tailstock berada pada bed mesin. Dapat dipindahakan untuk membantu proses pembubutan seperti dalam proses pencekaman live-centre / between-centre.  Merupakan tempat untuk kedudukan alat bantu pembubutan seperti drill chuck, live centre, dll.
3.      Carriage (eretan)
Fungsi utama eretan adalah untuk membawa pahat dalam proses penyayatan benda kerja.
4.      Bed mesin (alas mesin)
Merupaka tempat bertumpunya dan jalan eretan, tailstock, steady rest. Bed mesin juga merupakan tempat tumpuan gaya dari proses penyayatan pada waktu pembubutan. 
5.      Frame (rangka)
Merupakan tempat penyangga semua bagian mesin bubut.

Jenis-jenis mesin bubut                                  
Menurut jenisnya, mesin bubut dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
            Mesin Bubut Konvensional

            Mesin Bubut Konvensional merupakan mesin bubut yang dalam penggunaanya sebagian besar dilakukan secara manual oleh operator. Untuk itu memerlukan keterampilan dan feeling yang baik dari operator untuk menghasilkan benda-benda yang berkualitas. Terkadang mesin ini juga memiliki mekanisme penggerak otomatis (semi otomatis).
            Mesin Bubut CNC (Computer Numerically Controller Lathe Machine)

            Mesin Bubut CNC merupakan mesin bubut yang dalam pengoperasiannya menggunakan kode-kode gabungan huruf dan angka, yang diinput dalam komputer yang terhubung dengan mesin. Sebelum mengoperasikan mesin, operator harus membuat program terlebih dahulu, program dapat diinput langsung dalam komputer mesin atau dibuat dalam simulasi (untuk menghindari kesalahan). Mesin ini biasanya digunakan dalam produksi masal (mass product) atau produk-produk yang membutuhkan ketelitian yang tinggi (precision part).
Menurut ukurannya mesin bubut konvensional dibagi menjadi 3 yaitu :
            Mesin Bubut Bangku (bench lathe machine)

            Mesin Bubut Bangku juga bisa disebut mesin bubut kecil / mesin bubut ringan. Mesin ini biasa diletakkan di atas bangku kerja dan dapat dengan mudah dipindahkan. Hanya dapat mengerjakan benda-benda berukuran kecil ( maksimal sekitar Ф1”x1200mm). Pencekaman benda kerja menggunakan collet atau chuck berukuran kecil.
            Mesin Bubut Sedang

            Mesin Bubut Sedang umumnya digunakan pada industri kecil dan menengahn maupun dunia pendidikan teknik. Digunakan untuk memproduksi benda-benda yang kecil (tidak lebuh dari Ф300x600mm).
            Mesin Bubut Standar

            Mesin Bubut Standar  sering dipakai pada industri menengah hingga industri skala besar, ataupun dunia pendidikan teknik yang kompleks. Umumnya dilengkapi berbagai perlengkapan tambahan seperti saluran pendingin (cooling), bak penampung cips/bram/tatal, rem, dll. Dapat digunakan untuk memproduksi komponen-komponen yang standar atau besar (rata-rata Ф500x1000mm).

Jenis Jenis Pembubutan
1.)    Pembubutan muka (facing)
Proses pembubutan untuk menghaluskan permukaan benda kerja atau mengurangi panjang benda kerja.
2.)    Pembubutan silindris (truning)
Proses pembubutan untuk membuat poros lurus atau bertingkat dengan menggunakan pahat bubut luar.
3.)    Pembubutan tirus (champering)
Proses pembubutan untuk membuat profil tirus dengan sudut ketirusan tertentu pada benda kerja.
4.)    Pembubutan alur (grooving)
Proses pembubutan untuk membuat alur luar atau alur dalam dengan menggunakan pahat alur.
5.)    Pembubutan ulir (threading)
Proses pembuatan ulir pada mesin bubut dengan mnggunakan pahat ulir dalam / luar ataupun dengan menggunakan Hand tap atau sney.
6.)    Pembubutan radius
Prose pembubutan untuk membentuk profil radius pada benda kerja dengan menggunakan pahat radius.
7.)    Pembubutan dalam (boring)
Proses pembubutan untuk membentuk profil dalam benda kerja dengan menggunakan pahat bubut dalam.
8.)    Drilling
Proses pembuatan lubang pada mesin bubut, dengan menggunakan twistdrill atau bor.
9.)    Reaming
Proses peluasan lubang yang sudah ada pada proses pembubutan dengan menggunakan reamer untuk membentuk lubang dengan ukuran yang persisi.
10.)   Pembubutan kartel (knurling)
 Proses pembuatan profil kartel pada mesin bubut dengan menggunakan roda kartel.

Selasa, 30 Juli 2013

Gas Tungsten Arc Welding

Gas Tungsten Arc Welding

Definisi
            Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) / Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan proses las busur listrik dimana elektrodanya berupa tungsten / wolfram yang tidak berfungsi sebagai bahan tambah serta tidak dapat habis. Dalam proses pengelasan GTAW menggunakan gas pelindung gas Argon atau Helium atau campuran dari Argon dan Helium. Gas tersebut berfungsi untuk melindungi hasil pengelasan dari kontaminasi udara luar yang dapat mengakibatkan hasil pengelasan kropos / berpori. Karena proses GTAW menggunakan elektroda yang tidak berfungsi sebagai bahan tambah, maka harus menggunakan bahan tambah tersendiri yang umumnya disebut dengan Filler Rod.

            Sumber panas yang diperoleh berasal dari busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda tungsten yang bermuatan positif (+) dengan benda kerja yang bermuatan negatif (-). Nyala api dari busur listrik tersebut akan mencairkan benda kerja dan akan berubah menjadi cairan las (kawah las), kemudian Filler Rod ditambahakan pada cairan las yangakan berpadu menjadi satu bagian. Pada proses pengelasan GTAW tidak akan menimbulkan terak seperti pengelasan SMAW (Las Listrik), karena menggunakan gas pelindung yang disemprotkan oleh brender las.

Perbedaan Las SMAW (Las Listrik) dengan Las GTAW
No
Faktor Pembeda
SMAW
                      GTAW
1
Elektroda
Dapat habis, karena merupakan bahan tambah.
Tidak dapat habis, karena bukan sebagai bahan tambah.
2
Gas Pelindung
Tidak menggunakan gas pelindung.
Helium / Argon / Campuran keduanya.
3
Bahan Tambah
Elektroda sekaligus sebagai bahan tambah.
Filler Rod.
4
Hasil Pengelasan
Timbul terak
Tidak timbul terak.


Sabtu, 20 Juli 2013

Tentang Adven Timotius

     Saya adalah seorang laki-laki yang dilahirkan dengan nama Adven Timotius Barus. Saya adalah seorang Kristen. Banyak dari teman-teman saya memanggil dengan nama Adven. Mungkin kebanyakkan orang akan bingung dengan nama belakang saya yaitu "Barus", yang asing di telinga mereka khususnya orang Jawa. Tetapi saya sendiri bangga dengan nama itu, karena tidak semua orang memilikki nama itu. Karena nama itu merupakan nama keluarga (marga) dari ayah saya yang berasal dari Batak Karo.
     Saat saya menulis blog ini saya berusia 18 tahun. Saya lahir pada tanggal dan bulan yang sama dengan pahlawan emansipasi wanita yaitu Raden Ajeng Kartini, yaitu 21 April 1995. Meskipun saya tidak ikut beliau  untuk memperjuangkann emansipasi wanita, tetapi saya sangat menghargai wanita, karena Ibu saya juga merupakan wanita. Saya dilahirkan oleh seorang Ibu yang berasal dari Jawa, dan Ayah yang berasal dari Sumatra. Kami sekarang tinggal di Surakarta tepatnya Kabupaten Karanganyar.
     Saat saya kecil, saya merupakan anak yang sangat bandel, ngeyel, dan nakal. Saya sering main ke sungai, sawah, dan jarang sekali berada dirumah. Saya sering membeli mainan-mainan yang lagi ngetren saat itu. Bersama kedua teman saya, kami sering berpetualang dari satu desa ke desa yang lain untuk mencari teman. Kami juga pernah hampir mati tenggelam di sungai karena mandi di sungai. Untungnya Tuhan masih menginginkan kami untuk hidup di dunia, sehingga kami masih bisa selamat. Bahkan kami pernah membakar tumpukan jerami milik tetangga yang akan digunakan untuk makan sapi, dan akhirnya kami semua dimarahi habis-habisan oleh pemiliknya. Tetapi senakal-nakalnya saya, saya tidak pernah melakukan hal yang sangat bodoh yang disebut dengan "membolos sekolah". Karena saya tahu bahwa kedua orang tua saya bekerja keras untuk menyekolahkan saya. Dan saya sangat bersukur dengan hal itu.
     Ngomong-ngomong tentang pendidikan saya. Saya pernah sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) di TK PTPN Kebun Batu Jamus selama 2 tahun, lalu di SDN 01 Kuto selama 6 tahun, dan SMPN 1 Kerjo selama  3 tahun. Hingga sekarang saya sedang menuntut ilmu di sekolah yang sangat saya benggakan yaitu SMK Katholik St. Mikael Surakarta. Ini adalah tahun ketiga saya di SMK ini, dan duduk di kelas XII. Saya masuk dalam Jurusan Teknik Pemesinan, dan berada di kelas Mekanik. Dari bebrapa pendidikan yang telah saya dapat, sekolah inilah yang satu-satunya mengajarkan saya segalanya. Tidak hanya tentang pengetahuan tetapi juga tentang cara untuk hidup yang sebenarnya.